Thamrin City Menjadi Pusat Industri Batik Indonesia

Agung Podomoro jadikan Thamrin City pusat industri batik nasional

PT Agung Podomoroland Tbk (APLN) menggelar perayaan hari ulang tahun Pusat Batik Nusantara (PBN) yang ke-7 di Thamrin City. APLN juga menilai Thamrin City layak menjadi pusat industri batik nasional.

“Melalui berbagai edukasi dan inovasi program untuk pedagang maupun pembeli, TM Thamrin City kini semakin berkembang sehingga Pusat Batik Nusantara (PBN) menjadi barometer industri batik nasional. Perkembangan trend, mode, dan sentra distribusi batik kini mengikuti pada perkembangan pasar di sini,” ujar AVP Marketing Trade Mall Agung Podomoro Ho Mely Surjani dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/2).

Salah satu pedagang yang dibina dari awal adalah Syaiful CH, pemilik kios Batik Madura, yang berjualan di Lantai Dasar, TM Thamrin City.

“Awalnya saya berusaha Batik Madura dari nol, tetapi melalui berbagai pembinaan dan pembekalan, sekarang saya tahu pentingnya berkreasi untuk mengembangkan batik Madura sesuai trend pasar,” kata Saiful.

Menurut Saiful, tersedianya koleksi batik yang semakin beragam di Pusat Batik Nusantara, membuat pedagang dan pembeli mempunyai banyak pilihan. Untuk mengelaborasi potensi batik Madura yang ditekuninya, Syaiful pun tidak segan untuk mempelajari berbagai referensi batik pesisir ini bahkan sampai ke Jepang.

“Saya kaget ketika menemukan referensi buku model batik Madura di Jepang yang sangat lengkap. Ini kesempatan untuk menampilkan ribuan corak Batik Madura hingga dikenal masyarakat luas,” tegasnya.

Menurut pedagang dan pengrajin batik asal Tanjungbumi Bangkalan, Madura ini berdagang batik di TM Thamrin City usahanya terus berkembang dan saat ini telah memiliki 5 kios Batik Madura.

Sementara itu, Manager Hubungan Masyarakat TM Thamrin City Sindiwaty Mastra, Pusat Batik Nusantara kini dihuni sekitar 1.400 kios dan lapak batik, menjadikannya sebagai pusat perdagangan batik terbesar di Indonesia. Batik untuk perdagangan eceran maupun grosir. Kini lebih 20 sentra batik di berbagai daerah di Indonesia telah membuka kios di trade mall yang berada dibawah manajeman TM Agung Podomoro ini. Selain Batik Madura, juga terdapat ribuan corak batik dari Pekalongan, Batang, Yogyakarta, Bantul, Solo, Klaten, Sragen Lasen, Pati, Jepara, Cirebon, Ciwaringin, Betawi, Bogor, Garut, Bandung, Sidoarjo, Tulungagung, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.

“Kami mendatangi langsung sentra-sentra batik di daerah-daerah di Indonesia dan mengajak agar mereka mau membuka kios di TM Thamrin City. Karena kebanyakan pengusaha batik masih berpola bisnis tradisional yang merasa cukup berdagang batik di tingkat lokal, sehingga kami harus jemput dan memberi pengertian perlunya punya etalase di Jakarta,” tambah Sindiwaty. [sau]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *